Thursday, February 27
Shadow

Go International Modal Minimal

Setiap orang yang memiliki jiwa wirausaha tentu ingin usahanya menjadi besar. Mau tidak mau, tentu harus Go Internasional. Mau tidak mau harus mau merogoh kocek lebih dalam untuk belanja modal. Modal yang dibutuhkan pun tidak bisa dibilang sedikit.

Sebuah produk yang harganya murah pun jika ingin menjadi besar harus berani menanam modal yang tidak kecil. Produk kopi kemasan atau mie instan, apalagi rokok, yang harganya seribu rupiah atau beberapa ribu rupiah saja, berani menanam 20 milyar, bahkan ada yang sampai 60 milyar setiap tahun, hanya demi iklan. Ini yang dibutuhkan untuk menjadi besar, berani modal besar.

Sayangnya, tidak semua pengusaha memiliki modal besar. Ada yang bermodal menengah, ada yang pas-pasan, ada juga yang bermodal kecil. Bahkan, mungkin ada yang bermodal ‘dengkul’. Lantas bagaimana agar usaha yang dijalankan dapat menjadi besar dan go internasional dengan modal minimal?

Tanpa modal? Tidak bisa. Tetap harus belanja modal, tapi tidak harus tunai. Dengan transaksi non tunai, maka beban kas pada saat pembelian dapat ditekan, dan modal dapat diperoleh dengan segera. Dengan modal minimal dan transaksi non-tunai, asset dapat ditingkatkan segera, produksi dapat bertambah, beban produksi lebih ringan, pemasukan lebih lancar dan bisa go public.

Dengan go public dan kepemilikan asset, maka valuasi usaha akan lebih tinggi, dan pada gilirannya dapat memicu pemodal untuk menanamkan modalnya untuk memperbesar usaha kita. Dengan memperbesar usaha, kita tidak dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja, mengurangi pengangguran, dan meningkatkab taraf hidup masyarakat Indonesia. Hal tersebut juga berarti meningkatkan GDP Indonesia serta meningkatkan ketahanan ekonomi Indonesia.

Dengan domino effect dari pertambahan modal dengan transaksi non tunai tersebut, go internasional dengan modal minimal bukan hanya mimpi di alam hayal, tapi dapat menjadi realita yang nyata.

Menyadari pentingnya dan besarnya transaksi non tunai ini, Bank Indonesia telah menggagas sebuah gerakan nasional, yaitu Gerakan Nasional Non Tunai. Hal ini membuktikan bahwa pemerintah dan BUMN menyadari dan mendukung perkembangan wirausaha di Indonesia.

foto: omediapc

(Visited 53 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *