Dewi Coryati Peduli pada Pendidikan

Pendidikan merupakan amanat Undang-Undang Dasar 1945. Di dalam Pasal 31, disebutkan bahwa setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Sebagai seorang wakil rakyat, Dewi Coryati merasa wajib menjalankan amanah Undang-Undang Dasar itu dan mewujudkannya dalam kerja nyata.

Selama 2014—2018, anggota legislatif dari Partai Amanat Nasional ini telah memperjuangkan lebih dari Rp60 miliaran dana bantuan pendidikan bagi siswa dan mahasiswa Bengkulu. Bantuan itu berupa Beasiswa Unggulan untuk 20 mahasiswa S1, S2, dan S3 Bengkulu yang berprestasi, beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik untuk 357 mahasiswa perguruan tinggi negeri dan swasta di Bengkulu, beasiswa Bidikmisi bagi 556 mahasiswa baru perguruan tinggi negeri dan swasta di Bengkulu, serta beasiswa Program Indonesia Pintar untuk 60.372 siswa SD, SMP, SMA, dan SMK.

Selain beasiswa, Dewi telah menyalurkan bantuan rehabilitasi ruang kelas dan pendirian gedung sekolah baru untuk tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK senilai Rp3 miliar serta distribusi buku-buku untuk perpustakaan sekolah dan komunitas baca.

Pendidikan anak usia dini (PAUD) juga menjadi perhatian Dewi. Bantuan alat peraga edukatif disalurkan kepada 15 PAUD, bantuan dana operasional disalurkan kepada 52 PAUD, bantuan dana PAUD rintisan diberikan kepada 10 PAUD, dan bantuan pendirian ruang kelas baru diberikan kepada 4 PAUD.

Berbagai pelatihan, yakni pelatihan kepariwisataan dan ekonomi kreatif, telah diadakan untuk melatih keterampilan para pemuda-pemudi Bengkulu agar kelak siap bekerja di bidang yang diinginkan.

Pertanian dan Perikanan
Selain pendidikan, bidang pertanian dan perikanan juga mendapat perhatian dari Dewi Coryati. Selama 2014—2018, Dewi telah menyalurkan bantuan peralatan pertanian berupa pompa air, handtractor, mesin perontok padi, mesin pemanen padi, dan alat pemipil jagung. Selain berupa peralatan, Dewi telah menyalurkan dana bantuan program Lembaga Mandiri Mengakar di Masyarakat, bantuan budi daya ikan air tawar untuk ratusan kelompok tani, Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan, Pengembangan Unit Pengolah Pupuk Organik, Pengembangan Usaha Mina Perdesaan Perikanan, Pengolahan dan Pengembangan Pemasaran Hasil Perikanan, dan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan yang total keseluruhannya mencapai lebih dari Rp70 miliaran.

Minat pada Politik
Minat Dewi Coryati pada politik mulai tersalurkan saat menjadi mahasiswa Institut Pertanian Bogor. Dia masuk dalam kepengurusan Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan. Setelah Orde Baru tumbang dan digantikan Orde Reformasi, banyak partai baru bermunculan, salah satunya Partai Amanat Nasional. Partai yang berbasis ormas Muhammadiyah itulah yang menjadi tempatnya bernaung hingga saat ini.

Di partai tersebut, Dewi menjadi pengurus Badan Pemberdayaan Perempuan di Dewan Pengurus Pusat. Saat ini, Wakil Sekretaris Komite Pemenangan Pemilu Nasional PAN dan pembimbing wilayah PAN untuk Provinsi Bengkulu adalah dua posisi sekaligus yang dijabatnya.

Dewi dilahirkan dari orang tua asli Bengkulu. Ayahnya, Buchari Tany, berasal dari Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kaur. Sementara ibunya, Rohana Fikir, berasal dari Kabupaten Kaur. Sang ayah merupakan pejuang kemerdekaan. Dia ditunjuk menjadi Direktur Utama Bank Bengkulu setelah lama berkarier di Bank Indonesia. Adapun Rohana merupakan guru mengaji bagi para ibu di sekitar rumahnya dan pengajar di Institut Agama Islam Negeri Kendari.

Buchari Tany adalah anak dari Moh. Tha’i, pesirah atau kepala marga dari wilayah Marga Bermanu Sungai Hita yang meliputi Pasar Pedati, Talang Jarang, Tanjung Terdana, Paku Aji, Linggargaling, Baturaja, Sungai Hitam, dan Talang Pauh. Sementara ibu Buchari, Halimah Tusa’diah, merupakan perempuan asal Ulu Luas Kaur.

(Visited 15 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *